HomePendidikanDisdik Kabupaten Sukabumi Dorong Transparansi Keuangan Sekolah dan Pelestarian Bahasa Sunda

Disdik Kabupaten Sukabumi Dorong Transparansi Keuangan Sekolah dan Pelestarian Bahasa Sunda

Bacadong.id— Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sukabumi terus berupaya memperkuat tata kelola keuangan di lingkungan pendidikan, sekaligus menjaga keberlanjutan nilai budaya daerah. Dua fokus utama itu dijalankan secara beriringan melalui peningkatan kapasitas pengelolaan keuangan sekolah dan program revitalisasi bahasa daerah.

Langkah konkret diwujudkan melalui Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Aset BOSP SD Tahun Anggaran 2025, yang digelar beberapa waktu lalu. Kegiatan ini melibatkan para kepala sekolah dan bendahara satuan pendidikan dasar agar mampu mengelola aset serta dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) secara profesional, efisien, dan sesuai aturan.

Sekretaris Disdik Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan bahwa penguatan kapasitas ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan sistem keuangan pendidikan yang transparan dan akuntabel.

“Kami ingin memastikan setiap satuan pendidikan memahami pengelolaan aset dan dana BOSP dengan tertib dan efisien. Tujuannya agar setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberikan dampak pada peningkatan mutu layanan pembelajaran,” ujar Herdiawan, Minggu (2/11/25).

Melalui sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan teknis seputar pencatatan aset tetap sekolah, pelaporan keuangan, mekanisme pengawasan internal, hingga optimalisasi penggunaan dana sesuai kebutuhan pendidikan. Dengan begitu, sekolah diharapkan mampu meminimalkan kesalahan administrasi dan mengarahkan anggaran secara tepat sasaran.

Revitalisasi Bahasa Daerah, Bentuk Karakter dan Identitas Pelajar

Selain fokus pada pengelolaan keuangan, Disdik Kabupaten Sukabumi juga aktif menjalankan Program Revitalisasi Bahasa Daerah, khususnya bahasa Sunda. Program ini menjadi salah satu upaya menanamkan nilai budaya dan karakter kepada peserta didik sejak dini.

Herdiawan menjelaskan, revitalisasi bahasa daerah bukan sekadar pelestarian budaya, tetapi juga bagian penting dari pendidikan karakter. Implementasinya dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti pasanggiri ngadongeng, pupuh, sajak, biantara, hingga Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SD dan SMP.

“Kami ingin anak-anak bangga menggunakan bahasa Sunda sebagai bagian dari jati diri mereka. Melalui FTBI dan workshop guru, minat terhadap bahasa daerah semakin tumbuh,” jelasnya.

Selain itu, setiap tahun Disdik Kabupaten Sukabumi juga memperingati Hari Bahasa Ibu Internasional setiap 21 Februari. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat semangat pelestarian bahasa daerah sebagai bagian dari gerakan global yang digagas UNESCO.

Sinergi untuk Pendidikan yang Akuntabel dan Berbudaya

Ke depan, Disdik berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pendidikan yang tertib administrasi sekaligus berakar pada nilai budaya lokal.

“Kami berharap setiap program tidak hanya menghasilkan tata kelola yang baik, tetapi juga membentuk peserta didik yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing,” pungkas Herdiawan.

Dengan dua fokus besar, yakni penguatan tata kelola keuangan dan revitalisasi bahasa daerah, Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam sistem, tetapi juga berjiwa lokal dan berkelanjutan.

Bacaan Lainnya
spot_img

Terbaru

Populer