Bacadong.id – Langkah strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi dalam kampanye Stop Bullying terus mendorong peran sekolah dan pendidik untuk berada di garis terdepan. Gerakan ini diarahkan sebagai upaya membangun ekosistem pendidikan yang menekankan pembinaan karakter dan pemantauan perilaku siswa secara berkelanjutan.
Kepala Disdik Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena, menekankan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pembimbing moral dan pelindung psikologis siswa di lingkungan sekolah.
“Sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman bagi anak. Guru bimbingan konseling, wali kelas, dan komite sekolah wajib hadir sebagai garda pencegahan perundungan, dengan pendekatan pembinaan karakter, deteksi dini, dan respons cepat terhadap pelaporan,” jelas Deden.
Disdik mendorong implementasi kegiatan penguatan pendidikan karakter, pembiasaan budaya saling menghargai, serta penciptaan jalur pelaporan berbasis cepat dan terukur di tiap sekolah. Guru bimbingan konseling juga diperkuat perannya melalui pelatihan pendampingan psikologis agar mampu merespons dinamika sosial siswa, termasuk perundungan digital.
Kampanye ini diperluas dengan kegiatan sosialisasi berkala, pemasangan poster Stop Bullying di area sekolah, kelas inspirasi anti-kekerasan, dan pelibatan tokoh pendamping anak. Kerja sama dengan kepolisian juga disiapkan bagi kasus yang mengarah pada tindak kekerasan.
Menurut Deden, jika sekolah dan pendidik konsisten menjalankan peran pembinaan dan perlindungan, maka rantai perundungan dapat dihentikan dari akarnya. Disdik menaruh harapan besar agar sekolah di Sukabumi mampu melahirkan generasi berkarakter kuat, empatik, dan berbudaya hormat.

